Semua Kategori
Berita Perusahaan

Halaman Utama /  Berita dan Blog /  Berita Perusahaan

Swab: Perbedaan antara swab bulu dan swab busa

Aug 13, 2024
Swab flocking dan swab spons, sebagai dua alat pengambilan sampel yang umum, berbeda secara signifikan dalam hal bahan, struktur, karakteristik, dan skenario aplikasi. Berikut ini adalah analisis rinci tentang perbedaan di antara keduanya:
 

Pertama, bahan dan struktur

Swab flocking: biasanya terbuat dari serat nilon, permukaannya dilapisi dengan ribuan serat halus, mirip dengan perasaan kain beludru. Struktur ini memungkinkan swab flocking untuk secara efisien menyerap dan melepaskan mikroorganisme atau sel selama pengambilan sampel. Swab flocking umumnya terdiri dari kepala bulu serat nilon dan batang plastik ABS yang dilapisi serat bulu nilon di bagian depan secara vertikal, sehingga seluruh area pengumpulan swab bebas dari lubang penyerap.
Plester spons: terbuat dari bahan spons berpori, biasanya spons poliester sel terbuka kelas medis yang dibentuk dengan pemampatan panas, memiliki elastisitas dan daya serap air yang baik. Batangnya terbuat dari PP (polipropilen) medis tahan suhu tinggi. Plester spons lembut dan cocok untuk pengambilan sampel di area sensitif.
  

Kedua. Karakteristik

Plester flocking:
  
Swabs
   
Adsorpsi efisien: struktur bulu pada serat nilon memberikan area permukaan yang lebih besar, yang meningkatkan kapasitas adsorpsi sampel.
Pelepasan baik: Dalam pengolahan laboratorium berikutnya, plester flocking dapat melepaskan sampel yang terserap secara efisien untuk pengujian.
Kekakuan: Kekakuan serat nilon memungkinkan plester flocking digunakan tanpa menyebabkan ketidaknyamanan saat kontak dengan kulit atau lendir.
Dapat digunakan ulang: Plester flocking dapat digunakan kembali beberapa kali dalam skenario non-medis tertentu dan memiliki masa pakai yang panjang.
Plester Spons:
  
Swabs
   
Sangat menyerap: Porositas tinggi spons memungkinkannya dengan cepat menyerap jumlah cairan sampel yang besar.
Sentuhan lembut: Tekstur lembut spons swab mengurangi iritasi pada orang yang diambil sampelnya, terutama untuk bayi, anak-anak kecil, atau orang yang sensitif.
Kemudahan penggunaan: Elastisitas spons swab memungkinkannya menyesuaikan diri dengan permukaan berbentuk berbeda saat digunakan, meningkatkan efisiensi pengambilan sampel.
Sterilitas: Spons swab steril dibuat melalui teknologi aseptik, yang memastikan sterilitas tetap terjaga selama penggunaan dan secara efektif mengurangi risiko infeksi.
  

Ketiga. Skenario Aplikasi

Swab bulu: Karena sifat adsorpsi dan pelepasan yang baik, swab bulu sering digunakan untuk pengambilan sampel virus dan DNA, seperti deteksi virus flu dan HPV. Tingginya tingkat pemulihan sampel sangat penting untuk pengujian diagnostik. Selain itu, swab bulu digunakan untuk membersihkan elektronik, rumah tangga, otomotif, dan aplikasi laboratorium.
Pendulum berbahan busa: Pendulum berbahan busa lebih sering digunakan untuk pengumpulan sampel cair, misalnya untuk sekresi mulut, hidung atau lainnya. Dalam pemantauan lingkungan, pendulum berbahan busa juga dapat digunakan untuk pengambilan sampel mikroba dalam pengujian kualitas air. Di bidang medis, pendulum busa steril secara luas digunakan di ruang operasi dan diagnostik untuk membersihkan dan mendesinfeksi area operasi pasien, serta untuk menghapus dan mendesinfeksi perangkat medis.
Secara keseluruhan, pendulum bertekstur dan pendulum berbahan busa memiliki karakteristik masing-masing dalam hal bahan, struktur, sifat, dan skenario aplikasi. Pemilihan pendulum harus didasarkan pada kebutuhan pengambilan sampel tertentu dan skenario aplikasi.